PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI PEMANCAR SINAR X

Sinar-X atau sinar Röntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (sama dengan frekuensi dalam rentang 30 petahertz – 30 exahertz) dan memiliki energi dalam rentang 100 eV – 100 Kev.

Dalam dunia industri, sinar X didapatkan melalui pesawat sinar x untuk pengujian kebocoran dan Non Destructive Test (NDT)

dalam bidang medik, sinar x dihasilkan untuk rontgen atau analisa penyakit dan therapy seperti brakhiterapi.

Proses terjadinya sinar x

Melalui generator yang membuat aliran listrik dengan potensial tinggi, logam pijar molybdenum memijar, pada saat tertentu logam pijar tersebut menghasilkan awan elektron (logam pijar molybdenum disebut sebagai filamen) pada suhu tertentu serta saat tertentu pula electron-elektron tertarik ke anoda (anoda adalah unsur radioaktif barium platinum sianida atau tungsten carbide). Dengan kata lain bila anoda dibombardir oleh electron, akan timbul pancaran sinar radiasi roentgen atau sinar x, keadaan ini terjadi di dalam tabung vakum Coolidge. Logam yang digunakan untuk membentuk sinar x adalah logam dengan nomor atom tinggi dan ketahanan thermal yang tinggi. Biasanya wolfram dan Fe.

Sinar x dihasilkan dari tabung sinar yang memiliki komponen-komponen untuk memproduksi sinar x dan dikeluarkan melalui focal spot.

Tabung sinar x

Tabung sinar x terdiri dari tabung gelas hampa udara, elektroda positif disebut anoda dan elektroda positif disebut katoda. Katoda dibalut dengan filament, bila diberi arus beberapa mA bisa melepaskan elektron. Dengan memberi tegangan tinggi antara anoda dan katoda maka elektron katoda ditarik ke anoda. Arus elektron ini dikonsentrasikan dalam satu berkas dengan bantuan sebuah silinder (focusing cup). Antikatoda menempel pada anoda dibuat dari logam dengan titik permukaan lebih tinggi, berbentuk cekungan seperti mangkuk. Waktu elektron dengan kecepatan tinggi di dalam berkas tersebut menumbuk antikatoda, terjadilah sinar x. Makin tinggi nomor atom katoda maka makin tinggi kecepatan elektron, akan makin besar daya tembus sinar x yang terjadi. Antikatoda umumnya dibuat dari tungsten, sebab elemen ini nomor atomnya tinggi dan titik leburnya juga tinggi (34000C) hanya sebagian kecil energi elektron yang berubah menjadi sinar x kurang dari 1% pada tegangan 100 kV dan sebagian besar berubah menjadi panas waktu menumbuk antikatoda. Panas yang tinggi pada tabung didinginkan dengan menggunakan pendingin minyak emersi/air.

Gambar di bawah ini menunjukkan komponen tabung sinar x dan proses terjadinya sinar x melalui beberapa ilustrasi berikut ini:

Komponen Tabung Dental Sinar X
Ilustrasi Tabung Sinar X, pembentukan kabut electron pada katoda sebagai sirkuit filament. Penyinaran switch terbuka
Tabung Sinar X memperlihatkan perjalanan electron menyeberang dari katoda ke anoda (target), (high tension circuit), dimana exposure switch aktif
Tabung Sinar X memperlihatkan produksi sinar x, electron kecepatan tinggi menubruk target.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *