PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas macam-macam pembangkit listrik baik yang umum dipakai di Indonesia maupun yang tidak. Kali ini kita akan membuka sesi khusus mengenai pembangkit listrik khusus pada yang menggunakan teknologi nuklir sebagai pembangkit dayanya.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sederhananya adalah pembangkit listrik yang energi termalnya dihasilkan oleh sebuah reaktor nuklir. Di dalam reaktor nuklir ini terjadi reaksi fisi. Reaksi fisi adalah suatu reaksi pemisahan nukleus atau atom menjadi bagian yang lebih kecil atau lebih ringan yang hasil sampingnya berupa foton dan neutron bebas dalam bentuk sinar gamma yang selanjutnya disebut radiasi gamma. Reaksi ini melepaskan energi yang sangat besar. Reaksi fisi biasanya diinisiasi oleh neutron, walaupun kadang peristiwa ini dianggap sebagai salah satu bentuk peluruhan radioaktif spontan terutama pada isotop yang nomor massanya besar. Gambaran sederhananya adalah neutron menabrak inti atom sehingga menyebabkan ketidakstabilan sehingga memecah menjadi dua atom berbeda disertai neutron dan foton, dua atom berbeda ini dapat ditabrak lagi oleh neutron dan menghasilkan dua atom lain yang lebih ringan. Kejadian ini akan berlangsung seterusnya.

Pertanyaannya, jika peristiwa ini terjadi terus menerus bagaimana cara kita menghentikan reaksi berantai ini? Bukankah jika peristiwa ini tidak dikendalikan maka energi yang dihasilkan akan terus menerus semakin besar dan menyebabkan kekacauan? Benar. Energi nuklir dapat menyebabkan bencana seperti yang ada di pikiran anda selama ini HANYA JIKA TIDAK DIKENDALIKAN. Kenyataannya pada PLTN diciptakan teknologi batang kendali yang setiap beberapa waktu sekali secara otomatis bertugas menyerap neutron berlebih hasil reaksi sebelum menabrak atom lain sehingga reaksi berantai dapat dikendalikan sesuai dengan jumlah energi yang dibutuhkan.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa PLTN? Bukankah kita bisa menggunakan alternatif pembangkit listrik lain? Baik, sebelumnya mari kita tinjau dari segi keperluan bahan bakar pada masing-masing jenis pembangkit listrik. Pembangkitan listrik sebesar 1000 MWe pada suatu pembangkit listrik yang mempunyai efisiensi kapasitas 75 %, maka per tahunnya akan diperlukan bahan bakar sebanyak:

  • 2.100.000 ton batu bara
  • 10.000.000 barel minyak bakar
  • 64.000.000.000 kaki kubik gas alam
  • 25.000 hektar luas tanah untuk PLTS
  • 33 ton bundel bahan bakar Uranium

Dalam artikel ini kita tidak akan membahas bagaimana proses perhitungan sehingga menghasilkan angka di atas, namun perhitungan ini bisa anda pelajari dalam buku-buku ilmu fisika terapan. Dari keperluan bahan bakar jelas terlihat bagaimana PLTN hanya membutuhkan 33 ton uranium. Angka ini tentu jaauuuuuuh sekali berbeda dengan kebutuhan bahan bakar lain. Ini berarti dengan menggunakan PLTN kita telah banyak menghemat sumber bahan bakar dunia yang tentu saja semakin menipis pertahunnya.
Alasan lainnya terletak pada:

  • Harga listrik
  • Penguasaan teknologi
  • Diversifikasi Konservasi
  • Ketahanan kemandirian
  • Lingkungan hidup

Mari kita bahas satu persatu

1. Harga Listrik

Dalam diskusi Russian Center of Science and Culture, disebutkan bahwa harga listrik PLTN yang pernah dihitung PLN berada pada angka 6 senhingga 8 sen/kWh atau setara dengan 780 hingga 1.040 Rupiah/kWh. Berdasarkan jurnal pengembangan energi nuklir yang dikeluarkan oleh BATAN, penulis Mochamad Nasrullah dan Sriyana mengemukakan bahwa perhitungan harga tarif listrik menggunakan program yang dibuat oleh PLN Litbang. Dengan menggunakan discount rate 10%, hasil perhitungan menunjukkan bahwa harga keekonomian PLTN termurah kurang dari 3,7 cents US$/kWh (China) dan harga tarif listrik termurah rata-rata 5,5 cents US$/kWh (Korea Selatan). Sedangkan di negara-negara Eropa, sedikit lebih mahal dari harga tarif listrik PLTN di Asia. Biaya pembangkitan dan harga tarif listrik PLTN di Amerika Serikat kurang kompetitif karena biaya investasinya relatif mahal. Perbedaan biaya pembangkitan dan harga tarif listrik di masing-masing negara disebabkan perbedaan gaji dan upah tenaga kerja, pengaruh kenaikan bahan material, struktur spesifikasi konstruksi yang dibuat, peraturan yang terkait dengan PLTN dan masalah lingkungan.

2. Diversifikasi Konservasi

Upaya pemerintah terkait masalah kekurangan energi yang semakin lama semakin mendekati krisis diantaranya adalah diversifikasi dan konservasi energi. Diversifikasi energi adalah penganekaragaman pemakaian energi dengan cara meningkatkan pemanfaatan energi: nuklir, surya, biomassa, angin, air, dan panas bumi. Sedangkan konservasi energi adalah pemanfaatan energi yang efisien dan menerapkan manajemen energi di semua sektor yaitu sektor industri, transportasi, rumah tangga, dan komersial.

3. Ketahanan Kemandirian

Ketahanan energi yang dimaksud ialah seberapa banyak ketersediaan (availability) dengan indikator sumber pasokan,kita tahu bahwa sumber pasokan uranium melebihi cukup untuk digunakan terlebih karena tidak memerlukan bahan bakar sebanyak pembangkit listrik lainnya. Kemampuan untuk membeli (affordability) yakni daya beli yang dikorelasikan dengan pendapatan nasional per kapita, berhubungan dengan harga PLTN yang lebih murah seperti yang telah dibahas di atas, dan adanya akses (accessibility) bagi pengguna energi untuk menggerakkan kehidupan dan roda ekonomi, serta bertahan untuk jangka panjang (sustainability). Kemandirian energi ialah kemampuan negara dan bangsa untuk memanfaatkan keanekaragaman energi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat. Kemandirian berkaitan dengan diversifikasi sisi suplai. Dengan mempertimbangkan daya yang dihasilkan, bahan bakar yang dibutuhkan serta daya beli masyarakat maka dapat dikatakan energi nuklir sebagai sumber baru pembangkit listrik dapat dijadikan pilihan untuk mencapai kemandirian bangsa.

Demikian artikel kali ini, kami sangat mengharapkan kritik dan saran serta masukan teman-teman pembaca di kolom komentar. Artikel selanjutnya akan membahas beberapa jenis Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang telah digunakan di beberapa negara. Keep learning and keep curious!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *