Nuklir itu Apa Sih?

Kebanyakan orang akan berpikir tentang senjata nuklir, bom nuklir, kejadian bersejarah di Hiroshima-nagasaki dan sebagainya. Sebenarnya, apa yang paling ditakutkan dari nuklir? Jawabannya adalah RADIASI.

Radiasi

Jika radiasi adalah inti masalahnya, taukah anda bahwa sesungguhnya kita telah akrab dengan radiasi semenjak kita lahir ke dunia. Bagaimana bisa begitu? Radiasi terbagi atas radiasi buatan dan alami. Radiasi buatan berasal dari peralatan yang kita kenal dan sering kita gunakan seperti televisi, arloji, diagnostic dengan sinar x, pesawat terbang dan yang terakhir, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Dari kelima benda yang disebutkan di atas, ternyata yang memiliki paparan radiasi tertinggi adalah diagnostic sinar x. itulah mengapa dalam diagnose menggunakan sinar x di rumah sakit harus dengan regulasi yang tepat dan dipantau dengan ketat agar radiasi yang mengenai tubuh pasien tidak terlalu banyak. Bahkan PLTN yang ditakutkan memiliki tingkat paparan radiasi tinggi bagi masyarakat ternyata memiliki nilai paparan radiasi lebih rendah dari televise dan pesawat terbang (0,05 mSv). PLTN memiliki tingkat paparan radiasi sebesar 0,03 mSv. Radiasi alami adalah radiasi yang ada secara natural dan tidak dibuat oleh manusia. Radiasi alami contohnya adalah radiasi yang ada pada sinar matahari, batuan yang biasa kita injak, bahan bangunan yang kita tinggali, bahkan makanan dan minuman yang kita konsumsi. Kita tidak bisa hidup tanpa satupun dari hal di atas. selama kita hidup, kita setiap hari menerima sinar matahari, menginjakkan kaki di tanah, beristirahat, bekerja, dan belajar dalam bangunan rumah ataupun gedung, dan tentu saja makan dan minum. Jadi sebenarnya kita telah sangat akrab dengan radiasi sepanjang hidup kita. Radiasi adalah teman yang selalu bersama kita tanpa kita sadari. Lalu jika memang selama ini kita menerima radiasi, mengapa kita masih baik-baik saja? Hal ini dikarenakan paparan yang diterima sangat kecil. Berkisar antara 0,05-0,5 mSv angka ini terlalu kecil untuk bisa menyebabkan efek deterministic. Berkaitan dengan dosis serap adalah sebagai berikut :

  • radiasi dibawah 50 rad secara klinis tidak memberikan respons kerusakan
  • 100 rad beberapa tidak menimbulkan gejala dan hanya beberapa yang memberikan perubahan pada darah
  • 200 rad, beberapa terjadi kerusakan untuk yang sensitive sudah terlihat fatal
  • 450 rad, rata-rata terjadi kerusakan sel
  • 600 rad, merupakan garis batas grastrointestinal form
  • 800-1000 rad, sangat fatal

1 rad=10 mSv. Jadi, tinggal dikalikan saja ya berapa dosis serap yang dibutuhkan untuk mampu merusak sel tubuh manusia.

Bertani dengan Nuklir

Menilik dari sejarah bangsa Indonesia yang merupakan bangsa yang besar membentang dari sabang hingga Merauke dan memiliki banyak potensi sumber daya alam. Bangsa Indonesia adalah bangsa agraris yang mana kehidupan masyarakatnya pada umumnya bergerak di bidang pertanian. Selama ini masyarakat Indonesia menganut siklus pertanian organik. Contohnya padi, dimana pada ekosistem tanahnya terdapat makhluk hidup seperti cacing dan belut, padi mengandung bahan organic berupa nutrisi N, P, K. terdapat mikroorganisme seperti plankton dan chyromedae. Bahan organik diatas juga termasuk silikat yang memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama yang merupakan musuh alami tanaman seperti tiku, ulat dan sebagainya. Untuk memberantas hama tanaman, teknologi pertanian memunculkan pupuk kimia dan pestisida yang selama ini terbukti ampuh menjaga tanaman dari berbagai jenis hama. Pestisida ini telah sejak lama digunakan para petani namunperlu kita ketahui bahwa pupuk kimia dan pestisida merupakan pertanian non organik yang menimbulkan dampak negatif. Penyemprotan tanaman dengan bahan kimia berdampak tidak hanya pada pemberantasan hama namun juga sekaligus memberantas organisme tanah, membunuh organisme tanah yang seharusnya justru berguna bagi kesuburan tanaman.

Program pupuk kima dan pestisida sukses memberikan keamanan bagi petani terkait masalah hama dan pertumbuhan tanaman. Namun, teknologi ini membuat petani sangat tergantung dengan pupuk buatan dan pestisida; merusak lingkungan; munculnya berbagai macam penyakit; produkstivitas rendah sehingga perlu import untuk komoditas pertanian dan peternakan dan yang paling menyedihkan, Indonesia menjadi sangat tergantung pada kekuatan asing.

Kenyataan sekarang hampir semua dikuasai bangsa asing

Ilmu nuklir atau ilmu inti adalah ilmu yang sangat strategis bagi bangsa Indonesia. Meski nuklir mempunyai potensi bahaya, tapi itu dapat dikendalikan. Lihat manfaat nuklir (dalam berbagai aplikasinya) yang tidak tertandingi dengan teknologi yang lain. Tidak cukup hanya berdiam menyesali keadaan, ayo bergerak berjuang untuk memperbaiki keadaan!

Orang yang tidak berani dengan RESIKO, adalah orang yang TIDAK MELAKUKAN APA-APA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *