Macam-macam Pembangkit Listrik

Konsumsi Listrik Nasional Indonesia (Sumber: Kementrian ESDM, 9 Januari 2020)
Permintaan Energi Final per Sektor (Sumber: Outlook energi Indonesia 2019 kementrian ESDM)

Apa komentar anda terhadap grafik tersebut di atas?

Ngomong-ngomong, jenis energi fosil yang biasa digunakan di Indonesia adalah minyak bumi, gas dan batubara. Sebelumnya, apakah anda tahu berapa banyak cadangan minyak, gas, dan batubara yang kita miliki? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, total potensi cadangan minyak bumi Indonesia tercatat 7,512 miliar barel. Hal tersebut merupakan data per 1 Januari 2018 (Kumparan, 2019). Besaran cadangan saat ini dengan tingkat produksi minyak Indones‎ia hanya cukup untuk 9,22 tahun lagi. Sedangkan cadangan gas masih 21,86 tahun lagi. Dengan asumsi angka produksi batubara yang ditetapkan pemerintah sekitar 485 juta ton di tahun 2018, jumlah cadangan sebesar 37 miliar akan bertahan hingga sekitar 76 tahun ke depan.

Pada artikel kali ini kita akan membahas macam-macam jenis pembangkit listrik yang bisa digunakan. Beberapa dari pembangkit listrik tersebut telah digunakan bertahun-tahun di Indonesia.

1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Indonesia setidaknya memiliki lebih dari 50 PLTA yang tersebar dari sabang sampai Merauke. Hal ini tentu saja didasari dari ketersediaan air yang melimpah di Indonesia. Prinsip dasar PLTA sendiri adalah dengan menampung air pada reservoir untuk kemudian menggerakkan turbin. Turbin bergerak karena adanya gaya dorong dari aliran air. Pada PLTA dibangun suatu DAM untuk menaikkan level sungai yang menciptakan aliran air. Pergerakan turbin menghasilkan energi gerak yang kemudian dirubah oleh generator menjadi bentuk energi listrik. Energi listrik inilah yang kemudian ditransmisikan melalui jaringan listrik untuk disalurkan menuju rumah penduduk dan sentra bisnis.

Ilustrasi komponen turbin dan generator

Suatu system tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan PLTA sendiri adalah sebagai berikut:

  • Tidak mencemari lingkungan
  • Pembentukan habitat baru (Air)
  • Sumber mata pencaharian masyarakat (objek wisata)
  • Penampungan Air (cadangan Air)
  • Penghematan sumber daya alam (terutama Minyak)
  • Ketersedian Air ada sepanjang masa (tidak pernah habis)
  • Bisa membangkitkan Daya tinggi (listrik

Namun demikian, PLTA tetap memiliki kekurangan, yakni:

  • Memerlukan Lahan luas
  • Tidak semua daerah bisa di buat PLTA
  • Mengganggu kesetimbangan jalur sedimen
  • Perlu dilakukan pengerukan sedimen secara rutin
  • Potensi jebolnya bendungan dan mengakibatkan banjir

2. Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTAngin)

Ilustrasi Komponen Rotor dan Generator PLTAngin
Ilustrasi PLTAngin

Prinsip dasar PLTAngin sebenarnya tidak jauh berbeda dengan PLTAir dimana dengan memanfaatkan gaya dorong dari angin untuk menggerakkan rotor dan menghasilkan energi kinetik dan oleh generator elektrik, energi tersebut diubah. Sayangnya keadaan kecepatan angin di Indonesia tidak memungkinkan dibangun PLTAngin. Berbeda dengan negeri Belanda misalnya, yang mempunyai kecepatan angin mencapai 31 km/jam.

Kelebihan PLTAngin bagi penggunanya adalah diantaranya:

  • Tidak mencemari lingkungan
  • Ketersediaan angin setiap saat
  • Penghematan sumber daya minyak

Sedangkan kekurangannya yakni:

  • Perlu lahan terbuka
  • Tidak semua daerah bisa didirikan PLT Angin (kecepatannya mencukupi, kontinuitas stabil)

3. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Seperti namanya, PLTS merupakan jenis pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber panas matahari atau energi solar yang nantinya akan mengenai solar system. Komponen utama dari sumber energi ini adalah sel foltovotaik. Sel tersebut berperan untuk menangkap panas matahari yang nantinya akan diubah menjadi sebuah energi listrik. Panas matahari tersebut akan digunakan untuk memanaskan cairan yang selanjutnya menjadi uap, uap tersebut akan dipanaskan oleh sebuah generator yang akhirnya akan menghasilkan listrik

Ilustrasi Skema PLTS

PLTS membutuhkan lahan yang sangat luas untuk menghasilkan daya yang cukup untuk kebutuhan masyarakat. Penggunaan lahan untuk pembangkit listrik tenaga surya dapat meningkatkan degradasi lahan yang sangat besar. Rata-rata luas lahan yang dibutuhkan untuk per 1 megawatt (MW) mencapai 1-4 hektar, tergantung pada teknologi yang digunakan.

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Kelebihan PLTS:

  • Sumber daya tidak habis
  • Menghemat sumber daya minyak

Kelemahan PLTS:

  • Tergantung musim
  • Menghasilkan energi listrik lebih sedikit
  • Membutuhkan lahan luas dan terbuka
  • Mencemari lingkungan

4. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bahan bakar minyak

Pada pembangkit jenis ini juga menggunakan sebuah generator yang dihubungkan pada turbin dengan manfaatkan tenaga minyak bumi. Minyak panas bumi ini dipanaskan sehingga menghasilkan uap panas yang digunakan untuk tenaga pembangkit listrik. Pemanfaatan bahan bakar minyak bumi juga lebih banyak digunakan di berbagai negara termasuk juga yang ada di Indonesia.

Prinsip dasar pembangkit listrik ini adalah dimana boiler berisi air hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah panas. Didalam boiler air inilah air  dipanaskan dengan hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap. Uap yang dihasilkan diatur dengan tekanan dan temperatur tertentu kemudian diarahkan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan energi kinetik. Generator yang digunakan, dikopel langsung dengan turbin. Bekas Uap yang keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin agar terjadi pengembunan atau perubahan zat gas menjadi cair yang disebut kondensat. Hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler.

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap

5. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara

Prinsip kerja PLTU batu bara hamper semua sama dengan PLTU minyak bumi hanya saja panas yang dihasilkan berasal dari pembakaran batu bara. Pada system ini konveyor digunakan untuk memasukkan batu bara dan limestone ke crusher untuk lalu di bakar.

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Kelebihan PLTU:

  • Murah
  • Membangkitkan daya yang tinggi
  • Bisa didirikan disemua tempat
  • Tidak memerlukan lahan yang luas

Kekurangan PLTU:

  • Menimbulkan polusi udara,tanah,air
  • Sumber daya yang terbatasi
  • Perubahan ekosistem

6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

PLTPB adalah pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi sebagai sumber energinya. Untuk membangkitkan listrik dengan panas Bumi dilakukan dengan mengebor tanah di daerah yang memiliki potensi panas Bumi untuk membuat lubang gas panas yang akan dimanfaatkan untuk memanaskan ketel uap (boiler) sehingga uapnya bisa menggerakkan turbin uap yang tersambung ke generator. Untuk panas bumi yang mempunyai tekanan tinggi, dapat langsung memutar turbin generator, setelah uap yang keluar dibersihkan terlebih dahulu. Eksplorasi dan eksploitasi panas bumi untuk pembangkit energi listrik tergolong minim. Untuk menghasilkan energi listrik, pembangkit listrik tenaga panas bumi hanya membutuhkan area seluas antara 0,4 – 3 hektar. Sedangkan pembangkit listrik tenaga uap lainnya membutuhkan area sekitar 7,7 hektar.

Kelebihan PLTPB:

  • Ketersediaan sumber daya yang tak terbatas
  • Ramah lingkungan

Kelebihan PLTPB:

  • Memerlukan tempat yang spesifik
  • Perlu alat pendingin

Demikian artikel kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah pengetahuan kita semua. Silahkan berikan kritik dan saran di kolom komentar. Keep curious, keep learning!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *