Dosis Efektif Radiasi

Ringkasan dosis radiasi (Src : Dokumen Pribadi, klik untuk memperbesar)

Seperti namanya, Dosis Efektif berarti dosisi yang efektif diterima oleh jaringan tertentu. Jaringan tubuh memiliki posisi yang berbeda secara natural dan juga memiliki ketahanan yang berbeda terhadap radiasi.

Otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak pasti menerima dosis yang lebih rendah ketimbang organ-organ yang berada dibagian perut yang hanya dibalut dengan kulit.

Jaringan sumsum tulang merah lebih rentan terhadap radiasi ketimbang kulit meskipun jaringan kulit berada dilur tubuh, sedangkan jaringan sumsum tulang merah berada didalam tulang. Hal tersebut disebabkan karena sumsum tulang merah memiliki sel-sel darah merah muda yang baru diproduksi dan sangat rentan terhadap kerusakan DNA, seperti halnya jaringan gonad yang terus memproduksi sel-sel reproduksi yang renta terhadap kerusakan DNA, ketimbang jaringan kulit yang memiliki jaringan epidermis yang kuat dan keras.

Perhitungan

Dosis Efektif dihitung menggunakan rumus berikut,

    \[ E = H \times W_T \]

atau, jika memakai basis perhitungan dosis serap,

    \[ E = D \times W_T \times W_R \]

dalam laju dosis ekivalen maka,

    \[ \dot{E} = \dot{H} \times W_T \]

atau,

    \[ \dot{E} = \dot{D} \times W_T \times W_R \]

untuk menghitung dosis effektif beberapa jenis jaringan sekaligus, maka

    \[ \dot{E} = \dot{H} \times \sum_{T} W_T \]

jika menghitung dosis effektif beberapa jaringan dan beberapa jenis radiasi, maka

    \[ \dot{E} = \dot{D} \times \sum_{T} W_T \times \sum_{R} W_R \]

dimana,
E = Dosis effektif (Sv)
\dot{E} = Laju Dosis ekivalen (Sv/jam)
H = Dosis ekivalen (Sv)
\dot{H} = Laju dosis ekivalen (Sv/jam)
D = Dosis serap (Gy)
\dot{D} = Laju dosis serap (Gy/jam)
W_R = Faktor bobot radiasi
W_T = Faktor bobot jaringan
\sum_{R} W_R = Jumlah faktor bobot radiasi yang berbeda
\sum_{T} W_T = Jumlah faktor bobot jaringan yang berbeda

Dosis effektif juga memiliki satuan yang sama dengan dosis ekivalen, yaitu Sievert (Sv).

Faktor Bobot Jaringan

Faktor bobot jaringan ( W_T ) juga dipublikasikan pada ICRP Pulication 103 seperti faktor bobot radiasi ( W_R ).

ICRP pertama kali memperkenalkan W_T pada tahun 1977 dalam ICRP Publication 26 sebagai tambahan perhitungan efek stokastik radiasi pada tubuh.

Nilai W_T kemudian diperbaharui pada ICRP Publication 60 tahun 1990. Pembaruan nilai W_T yang terakhir terjadi pada tahun 2007 dalam ICRP Pulication 103

Berikut ini merupakan tabel nilai W_T yang ada pada ICRP Pulication 103.

Faktor Bobot Jaringan W_T
OrganFaktor Bobot Jaringan WT (ICRP 103)
Gonad0.08
Sumsum tulang merah0.12
Usus Besar/Colon0.12
Paru-paru0.12
Perut0.12
Dada0.12
Kandung Kemih0.04
Hati0.04
Kerongkongan0.04
Tiroid0.04
Kulit0.01
Tulang0.01
Kelenjar Ludah0.01
Otak0.01
Bagian lainnya selain yang terdaftar diatas0.12
Total1.00

Penutup

Dosis efektif tidak terlalu sering digunakan, namun pada PERKA BAPETEN nomor 4 Tahin 2013 ditentukan dosis maximum untuk beberapa anggota tubuh seperti mata (max 20 mSv/tahun), kulit (max 500 mSv/tahun), kaki (max 500 mSv/tahun), dan tangan (max 500 mSv/tahun).

Silahkan tinggalkan pertanyaan dikolom komentar jika ada yang belum dimengerti.

Refrensi

  1. Grupen, Clauss.2008.Introduction to Radiation Protection.Springer: Siegen
  2. International Commission on Radiological Protection.2007.PUBLICATION 103: The 2007 Recommendations of the International Commission on Radiological Protection.Elsevier: Stockholm
  3. Britanica Encyclopedia, Unit of Measurement : Rem, diakses pada 5 Februari 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *